fakta62news.com, | BINJAI, Minggu (4/1/2026) – Lapas Kelas IIA Binjai tengah menjadi titik panas. Bukan karena kinerja, melainkan karena badai fitnah yang menerjang. Narasi tentang “bos narkoba dan bos ‘lodes”yang disebut sebagai biang keladi, serta desakan pemindahan warga binaan berinisial Mar ke Nusakambangan, kini terkuak sebagai propaganda yang menyesatkan dan tidak berdasar!
Ini bukan kebetulan. Ada aroma dendam yang kental di balik narasi liar yang beredar. Berdasarkan penelusuran, sumber fitnah ini disinyalir berasal dari oknum mantan narapidana yang baru bebas, sengaja menciptakan tudingan tanpa dasar hukum untuk membangun citra buruk.
Ini adalah pola lama untuk menciptakan kegaduhan dan merusak institusi negara dengan mencatut nomor kamar dan blok tertentu. Sebuah fitnah yang sangat berbahaya dan mengancam stabilitas!
Namun, realitas di Lapas Binjai justru memberikan tamparan keras terhadap narasi fitnah itu. Alih-alih menjadi sarang kejahatan, Lapas Binjai telah menjelma menjadi pusat pembinaan yang memanusiakan warga binaan.
Program-program unggulan telah melahirkan pribadi yang produktif, dari keahlian mengelas dan membuat teralis, budidaya tanaman bernilai ekonomis, hingga pendalaman keagamaan yang mencetak ustaz-ustaz baru. Narasi fitnah ini justru menampar kerja keras pembinaan yang nyata!
Masyarakat diimbau untuk lebih kritis dan tidak mudah terprovokasi. Penyebaran hoaks serupa berisiko memicu keresahan keluarga warga binaan sekaligus menciptakan stigma negatif yang menghancurkan proses reintegrasi sosial.
Oleh karena itu, menjaga kejernihan informasi terkait Lapas Binjai bukan hanya soal membela satu pihak, melainkan soal menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan Indonesia.
(FKTNW/SonSan Damanik)


















